Kehidupan akan berjalan baik apabila terjaga keseimbangan antara manusia dengan alam semesta.

Pernyataan tersebut membuka perbincangan kami dengan Odong Klerek, Damang Suku Dayak Siang Murung, di Puruk Cahu Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah.

Dalam struktur adat Dayak Siang Murung, Damang bertanggung jawab dalam bidang pengawasan dan penuntutan peradilan dalam upaya pelestarian lingkungan. Modernisasi di wilayah Kalimantan Tengah, tetap disoroti oleh pelestari adat ini agar tidak merampas kekayaan alam apalagi mengotori tempat-tempat yang menurut adat merupakan lokasi sakral.

Kadang sebagai manusia yang tak mengenal adat suatu daerah, kita bisa saja bertindak tak menghormati sakralitas suatu daerah. Suatu lokasi yang menurutpandanganmatakitasebagaiwisatawan, bolehjadimerupakanlokasi yang sakralbagimasyarakatsetempat. Oleh Karena itu, pentingsekali untuk selalubertanyakepadamasyarakatsetempat, bagaimanasebaiknyakitabersikap di setiaptempat yang kitasinggahi.

Pernah terjadi di wilayah adat Suku Dayak Siang Murung, datang perusahaan penambang. Mereka tak mengetahui bahwa lokasi tambang adalah lokasi sakral bagi suku Dayak Siang Murung. Sebagai pemangkuadat, Damang Odong Klerek pun menyampaikan protes kepada penambangdi kawasan situs budaya Puruk Kambang.

Damang Odong Klerek, Dayang Siang Murung

Bagi masyarakat Dayak Siang, Puruk Kambang sangat disakralkan karena diakui sebagai tempat diturunkannya Putri Sikan dengan Palangka Bulou oleh Mohotara Lobata atau Ranying Hatalla Langit Panganteran Bulan Raja Tuntung Matan Andau, yang menjadi cikal bakal suku Dayak Siang di pulau Kalimantan sebelum terbentuk negara Indonesia.

Sikap tegas masyarakat adat amat penting didukungoleh siapapun orang yang peduli akan kelestarian alam. Terutama para wisatawannegerisendiri. Seperti kita ketahui, di negeri ini banyak sekali masyarakat adat yang berjuang mempertahankan tradisi dan kelestarian budaya leluhur. Demi pembangunan ada sajapihak yang berusahamengeksploitasidaerahtertentutanpamengindahkan kesucian adat dan tanah leluhur. Tentusajaeksploitasi di tanahadattersebutmengancam keseimbanganalam.

Bagaimanapun tradisi, adat istiadat, maupun budaya merupakan warisan luhur yang patut dipertahankan. Sebab, di sanalah nyawa dari sebuah daerah, jiwa nusantara, dan pendar cantik ciri khas keragaman etnik Indonesia.