Pulau Mansinam, Kilas Balik Peradaban Modern Masyarakat Papua

Berlabuh di Pulau Mansinam, kedua tugu berdiri kokoh menyambut kedatangan para pelancong yang mampir sejenak ke situs pertama penyebaran Injil di Indonesia. Tugu itu menggambarkan kedua sosok misionaris yang turut membangun peradaban penduduk Mansinam. Tak hanya tugu ini saja, masih ada jejak masa lampau yang patut diketahui oleh traveler.

Mungkin Pulau Mansinam tidak sepopuler Raja Ampat yang kerap didambakan dan diburu banyak orang. Tak kalah dengan pesona Raja Ampat, Pulau Mansinam juga memiliki nilai histori dan keelokannya sendiri.

Terletak di Teluk Doreri, Manokwari, Papua Barat, Pulau Mansinam dapat ditempuh sekitar 10 menit dari Pantai Pasir Putih dengan perahu mesin. Dari atas kapal, sejarak mata kita sudah bisa melihat hamparan pasir putih dan warna toska laut. Belum lagi, angin membelai helaian dedaunan jejeran pohon kelapa, sehingga terdengar siulan angin di antara daun-daun itu.

Di sana, rumah-rumah penduduk berdinding kayu bertengger di tepi jalan yang telah dibeton. Sementara, saat Anda tiba di pulau ini, terdapat sambutan tugu peringatan Ottow dan Geissler.

Masuk lebih dalam, ternyata bangunan tak berdinding itu menampakkan patung salib yang di kedua sisinya terdapat patung malaikat. Lebih indah lagi, Anda bisa melihat biru laut dengan perbukitan. Sejenak, mata dan pikiran bisa terbuai dengan konsep pembangunan tugu ini.

Awalnya, dua orang misionaris asal Jerman pada 5 Februari 1855 menginjakkan diri ke tanah Papua, mereka melalui pelayaran panjang dari Batavia ke Ternate. Keduanya bernama Johann G Geissler dan Carl W Ottow. Tidak hanya mengajarkan injil, ternyata Geissler dan Ottow juga membuka peradaban baru bagi masyarakat Papua. Pasalnya, masyarakat masih dianggap primitif kala itu.

Sampai kini, setiap 5 Februari masyarakat Papua melakukan penghormatan kepada dua misionaris asal Jerman itu. Itulah titik Ottow dan Geissler yang diperingati sebagai titik balik masyarakat Papua mengenal peradaban modern.

Tak hanya tugu tersebut beserta pantainya, traveler juga bisa menjadi saksi patung Christ the Redeemer ala Pulau Mansinam. Patung Yesus Kristus ini bisa ditemui melalui perjalanan menuju puncak bukit. Patung tersebut setinggi 15 meter. Dibangun pada 2013 dan diresmikan mantan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono pada Agustus 2014.

Meski keringat berpeluh dan napas terengah-engah mencapai puncak bukit, yakinlah, pemandangan di atas sana akan membayar semua kelelahan kamu.

Patung Yesus dikelilingi pilar-pilar dan terletak di tengah taman hijau yang asri. Duduk sejenak sambil menikmati senja, angin seakan menyeka peluh Anda. Ditambah lagi latar langit biru dan corak awan.

Mengelilingi Pulau Mansinam seakan telah merangkum buah hasil dari campur tangan Ottow dan Geisslermemberdayakanmasyarakat Papua yang tinggal di sana untuk hidup mandiri.

Jadi, ke Papua pun tidak harus ke Raja Ampat, ada pulau lain yang memiliki daya pikat tersendiri. Tak terkecuali Pulau Mansinam.

Penulis: Daeng Ipul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *